KEEN Raih Kontrak PLTS Tobelo Rp423 Miliar, Perkuat Energi Terbarukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:51:22 WIB
KEEN Raih Kontrak PLTS Tobelo Rp423 Miliar, Perkuat Energi Terbarukan

JAKARTA - Pengembangan energi baru terbarukan kembali mencatatkan langkah penting di awal 2026.

PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN) resmi mengamankan kontrak pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah timur Indonesia dengan nilai ratusan miliar rupiah. Proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam memperkuat portofolio energi bersih sekaligus mendukung transisi energi nasional.

Kontrak baru tersebut diperoleh KEEN melalui anak usahanya, PT Energi Surya Halmahera. Nilai kontrak mencapai sekitar US$25 juta atau setara Rp423,37 miliar dengan asumsi kurs Rp16.935 per dolar AS. Proyek ini sekaligus menandai kepercayaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terhadap kemampuan KEEN dalam mengembangkan infrastruktur energi terbarukan di kawasan Maluku Utara.

Penandatanganan PJBL dengan PLN untuk PLTS Tobelo

Sekretaris Perusahaan Kencana Energi Lestari, Diana Limardi, menjelaskan bahwa PT Energi Surya Halmahera telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PLN. Perjanjian tersebut mencakup pembangunan dan pengoperasian PLTS Tobelo dengan kapasitas terpasang sebesar 10 megawatt (MW).

PLTS Tobelo dirancang sebagai pembangkit energi surya modern yang dilengkapi sistem penyimpanan energi berbasis baterai. Fasilitas ini akan menggunakan baterai dengan kapasitas penyimpanan sebesar 8,4 megawatt hour (MWh), sehingga dapat menjaga stabilitas pasokan listrik dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan setempat.

“Nantinya, PT Energi Surya Halmahera akan menjual listrik hasil produksi PLTS Tobelo kepada PLN untuk jangka waktu 20 tahun sejak beroperasi,” ujar Diana dalam keterbukaan informasi, Selasa (20/1/2026). Ia juga menegaskan bahwa “nilai kontrak kurang lebih US$25 juta.”

Dampak Positif terhadap Operasional dan Kapasitas KEEN

Manajemen KEEN menilai perolehan kontrak PLTS Tobelo ini membawa dampak yang sangat positif bagi operasional perseroan. Proyek tersebut akan menambah kapasitas terpasang KEEN sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam penyediaan energi terbarukan di Indonesia.

Setelah rampung dibangun, PLTS Tobelo diharapkan mampu meningkatkan total produksi energi hijau KEEN. Penambahan pembangkit ini juga memperluas jejak perseroan di wilayah timur Indonesia, yang selama ini memiliki potensi besar untuk pengembangan energi surya.

Dengan karakteristik radiasi matahari yang relatif tinggi, kawasan Tobelo dinilai strategis untuk pengembangan PLTS skala menengah. Proyek ini sekaligus sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbasis bahan bakar fosil.

Jadwal Konstruksi dan Target Operasi Komersial

Diana menyampaikan bahwa perseroan akan segera memulai tahap konstruksi PLTS Tobelo pada 2026. Proses pembangunan ditargetkan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama PLN.

“Perseroan akan segera memulai konstruksi PLTS Tobelo pada 2026 dan ditargetkan untuk dapat mulai beroperasional secara komersil pada kuartal I/2027,” ungkapnya. Dengan target tersebut, KEEN optimistis proyek ini dapat segera memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan dan operasional perusahaan.

Keberadaan baterai penyimpanan dalam proyek ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan energi surya, terutama pada saat beban puncak dan kondisi cuaca yang berubah-ubah. Hal ini menjadi nilai tambah dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik ke jaringan PLN.

Proyeksi Pendapatan dan Kontribusi Keuangan

Selain berdampak pada kapasitas produksi, proyek PLTS Tobelo juga diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan. Diana menambahkan bahwa kontrak ini akan meningkatkan kinerja keuangan KEEN, baik pada fase konstruksi maupun setelah pembangkit beroperasi penuh.

“Perseroan memproyeksikan pendapatan construction revenue sebesar kurang lebih US$13,8 juta selama periode konstruksi PLTS Tobelo,” jelasnya. Pendapatan tersebut akan diperoleh sepanjang proses pembangunan proyek hingga selesai.

Setelah PLTS Tobelo beroperasional secara komersial, KEEN juga memperkirakan adanya tambahan pendapatan berulang dari penjualan listrik. “Setelah PLTS Tobelo beroperasional secara komersil, KEEN memproyeksikan peningkatan pendapatan sebesar kurang lebih US$1,6 juta per tahun dari produksi listrik dari PLTS Tobelo,” kata Diana.

Proyeksi tersebut mencerminkan potensi jangka panjang proyek ini sebagai sumber pendapatan stabil bagi perseroan selama masa kontrak 20 tahun dengan PLN.

Memperkuat Peran KEEN di Sektor Energi Terbarukan

Perolehan kontrak PLTS Tobelo menegaskan komitmen KEEN dalam mengembangkan bisnis energi terbarukan secara berkelanjutan. Dengan terus menambah portofolio proyek berbasis energi bersih, perseroan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain di sektor energi hijau nasional.

Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan energi nasional yang menargetkan peningkatan bauran energi terbarukan dalam sistem kelistrikan Indonesia. Kehadiran PLTS Tobelo diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan emisi karbon sekaligus menyediakan listrik yang andal bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi di Maluku Utara.

Dengan jadwal konstruksi yang telah ditetapkan serta proyeksi pendapatan yang jelas, proyek ini menjadi salah satu katalis penting bagi pertumbuhan KEEN ke depan, baik dari sisi operasional maupun kinerja keuangan jangka panjang.

Terkini