Menhan Bentuk Satgas Kuala Percepat Pemulihan Air Bersih Pasca Bencana

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:28:21 WIB
Menhan Bentuk Satgas Kuala Percepat Pemulihan Air Bersih Pasca Bencana

JAKARTA – Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala untuk mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Kamis, 1 Januari 2025. 

Satgas ini dirancang untuk mengatasi dampak kerusakan sungai dangkal yang tertimbun tanah akibat bencana, sekaligus memastikan akses air bersih bagi masyarakat terdampak.

Dua Komposisi Satgas dengan Tugas Spesifik

Sjafrie menyampaikan, Satgas Kuala terdiri dari dua komposisi dengan fokus berbeda. Komposisi pertama akan bertugas melakukan pendalaman kuala, sementara komposisi kedua fokus pada pemanfaatan aliran air untuk kebutuhan warga korban bencana. “Di dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Air yang ada di Kuala akan diambil, diolah, dan menjadi air jernih,” jelas Sjafrie.

Teknologi Penjernihan Air Siap Digunakan Lapangan

Sistem penjernihan air yang akan digunakan Satgas Kuala sebelumnya telah diterapkan di sejumlah lokasi terdampak bencana. Teknologi ini memanfaatkan tabung filtrasi berbahan fiber reinforced plastic yang dirancang mudah dioperasikan di lapangan. Air yang diambil dari kuala akan diproses lebih lanjut menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro.

Proses Akhir dengan Sinar Ultraviolet (UV)

Tahap terakhir dalam pengolahan air dilakukan melalui penyinaran ultraviolet (UV) untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya. Dengan proses ini, air yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi masyarakat terdampak bencana. Sjafrie menekankan, teknologi tersebut tidak hanya efektif tetapi juga dapat dioperasikan cepat di lokasi darurat.

Dukungan Satgas terhadap Pemulihan Fasilitas Air Bersih

Sjafrie memastikan Satgas Kuala akan segera mulai beroperasi untuk mendukung pemulihan fasilitas air bersih di wilayah bencana. Keberadaan satgas diharapkan mempercepat proses distribusi air layak minum serta meminimalkan risiko kesehatan yang biasanya muncul setelah bencana alam.

Terkini