Jelang Nyepi, Kemenhub Imbau Masyarakat Antisipasi Penutupan Simpul Transportasi di Bali

Jumat, 28 Maret 2025 | 06:59:28 WIB
Jelang Nyepi, Kemenhub Imbau Masyarakat Antisipasi Penutupan Simpul Transportasi di Bali

JAKARTA — Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan penutupan sementara sejumlah simpul transportasi di Bali. Langkah ini diambil untuk memastikan ketenangan dan kekhidmatan umat Hindu dalam menjalankan ibadah Nyepi.

Penutupan Layanan Transportasi

Penutupan akan mencakup berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo, menyatakan bahwa penutupan ini merupakan prosedur tahunan yang dilakukan setiap perayaan Nyepi.

"Penutupan dimulai serentak pada Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 00.00 WITA dan akan dibuka kembali pada Minggu, 30 Maret 2025 pukul 06.00 WITA," jelas Budi dalam keterangan resmi pada Kamis, 27 Maret 2025.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan operasionalnya selama 24 jam penuh. Penutupan ini berdampak pada ratusan penerbangan domestik dan internasional. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang merayakan Hari Suci Nyepi, sebuah hari yang menekankan introspeksi diri dan ketenangan.

Pelabuhan Penyeberangan

Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk juga akan menutup layanannya mulai 29 Maret 2025 pukul 05.00 WITA dan dibuka kembali pada 30 Maret 2025 pukul 06.00 WITA. Penutupan serupa berlaku di Pelabuhan Ketapang yang akan ditutup mulai 28 Maret 2025 pukul 17.00 WIB hingga 30 Maret 2025 pukul 06.00 WIB. Heru Widianto, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk, menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk menghormati masyarakat Hindu yang melaksanakan ibadah Nyepi. "ASDP tidak akan melakukan pelayanan ataupun menjual tiket pada 28 hingga 30 Maret 2025," tambah Heru.

Jalan Tol Bali Mandara

Selain itu, Jalan Tol Bali Mandara akan ditutup selama 32 jam, mulai Jumat, 28 Maret 2025 pukul 23.00 WITA hingga Minggu, 30 Maret 2025 pukul 07.00 WITA. Penutupan ini dilakukan untuk menghormati keheningan Nyepi dan menciptakan suasana yang tenang selama perayaan tersebut.

Imbauan bagi Masyarakat dan Pemudik

Kemenhub mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan masuk atau keluar Bali untuk menyesuaikan jadwal mereka guna menghindari penundaan akibat penutupan ini. "Untuk masyarakat yang akan merayakan Nyepi atau mudik Lebaran dari dan ke Bali, kami mengimbau melakukan pengecekan kembali jadwal perjalanannya atau melakukan perjalanan lebih awal, supaya tidak terjebak pada saat penutupan simpul transportasi di Bali pada 29 Maret 2025," ujar Budi Rahardjo.

Sejak 21 Maret 2025, Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu mencatat peningkatan aktivitas di beberapa simpul transportasi di Bali, seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, dan Pelabuhan Nusa Penida. Peningkatan ini disebabkan oleh pergerakan masyarakat perantau yang meninggalkan atau menuju Bali sebelum perayaan Nyepi dan Idul Fitri 2025.

Data Pergerakan Penumpang

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, sejak H-10 hingga H-6 (21 hingga 25 Maret 2025), tercatat 1.778 pergerakan pesawat, 278.053 pergerakan penumpang, dan 1.177,32 ton kargo. Sementara itu, di Pelabuhan Gilimanuk, jumlah penumpang dari Pelabuhan Ketapang mencapai 122.472 orang, sedangkan dari Gilimanuk ke Ketapang sebanyak 234.105 orang.

Peningkatan Aktivitas Pemudik

Menjelang Nyepi, terjadi peningkatan jumlah pemudik yang meninggalkan Bali untuk menghindari penutupan layanan transportasi. Antrean kendaraan bermotor di Pelabuhan Gilimanuk meningkat signifikan. Diperkirakan peningkatan jumlah pemudik ini akan terjadi hingga tanggal 28 Maret. Salah satu operator tiket Perusahaan Otobus (PO) Gunung Harta, Ni Luh Putu Widyani, mengungkapkan bahwa tiket bus rute Bali-Jawa untuk mudik pada 28 Maret 2025 sudah habis terjual.

Penutupan Layanan Publik Lainnya

Selain simpul transportasi, beberapa layanan publik lainnya di Bali juga akan ditutup selama Nyepi. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mempersiapkan kebutuhan mereka sebelumnya dan menghormati tradisi lokal dengan tetap berada di dalam rumah atau akomodasi masing-masing selama perayaan berlangsung.

Transportasi dan layanan publik selama Hari Raya Nyepi di Bali merupakan bagian dari upaya menjaga kekhidmatan dan ketenangan perayaan tersebut. Kemenhub mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan cermat dan menghormati tradisi yang ada demi kelancaran dan kenyamanan bersama.

Terkini