Bursa Efek Indonesia Catat Laba Bersih Rp684 Miliar di 2024, Pendapatan Naik 12,91

Jumat, 28 Maret 2025 | 06:17:57 WIB
Bursa Efek Indonesia Catat Laba Bersih Rp684 Miliar di 2024, Pendapatan Naik 12,91

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2024 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp684 miliar. Laporan keuangan yang dipublikasikan mengungkapkan bahwa total pendapatan BEI mencapai Rp2,82 triliun, meningkat 12,91% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp2,49 triliun.

Pendapatan tersebut didominasi oleh transaksi bursa yang menyumbang Rp2,08 triliun. Rinciannya, pendapatan jasa transaksi efek mencapai Rp1,07 triliun, jasa kliring Rp538,7 miliar, jasa pencatatan Rp253 miliar, serta jasa informasi dan fasilitas lainnya sebesar Rp224,6 miliar. Sementara itu, pendapatan dari sektor non-transaksi bursa tercatat sebesar Rp191,5 miliar, terdiri dari pendapatan teknologi dan informasi Rp92 miliar, pendanaan repo Rp34,3 miliar, jasa riset, edukasi, dan data harga pasar Rp32,7 miliar, pendidikan sertifikasi Rp14,3 miliar, pendanaan margin Rp12,2 miliar, serta lainnya sebesar Rp5,7 miliar.

Selain itu, pendapatan investasi menyumbang Rp307,2 miliar, keuntungan kurs mata uang asing Rp8,26 miliar, bagian laba bersih dari entitas asosiasi Rp195,9 miliar, penghasilan denda Rp20,2 miliar, serta penghasilan lain-lain sebesar Rp11,58 miliar.

Meskipun mencatatkan peningkatan pendapatan, jumlah beban BEI juga mengalami kenaikan dari Rp1,82 triliun pada 2023 menjadi Rp2,02 triliun pada 2024. Namun, laba bersih tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan kenaikan sebesar 19,45% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp573,2 miliar.

Dari sisi keuangan, jumlah aset BEI meningkat menjadi Rp11,18 triliun pada akhir 2024, naik dari Rp10,5 triliun di tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah liabilitas BEI mengalami penurunan menjadi Rp2,89 triliun dari Rp3,02 triliun di 2023. Adapun jumlah ekuitas tercatat mengalami peningkatan dari Rp7,47 triliun di 2023 menjadi Rp8,29 triliun di 2024.

Di sisi lain, BEI mencatatkan penurunan kas dan setara kas akhir tahun menjadi Rp1,39 triliun, dibandingkan dengan Rp1,86 triliun di tahun sebelumnya. Meskipun begitu, pertumbuhan laba bersih dan peningkatan aset menunjukkan bahwa BEI tetap berada dalam kondisi keuangan yang sehat dan terus berkembang.

Dengan pencapaian ini, BEI optimistis dapat terus meningkatkan performa pasar modal Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Regulator pasar modal juga terus mendorong inovasi dan transparansi untuk memperkuat kepercayaan investor serta meningkatkan likuiditas di bursa saham Tanah Air.

Pengamat ekonomi menilai bahwa pencapaian BEI ini merupakan indikator positif bagi stabilitas dan pertumbuhan pasar modal Indonesia. "Kinerja keuangan yang solid ini menunjukkan bahwa Bursa Efek Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi global," ujar seorang analis keuangan.

Dengan kondisi pasar yang semakin berkembang dan regulasi yang semakin ketat, diharapkan Bursa Efek Indonesia dapat terus mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal.

Terkini