Perbanas Prediksi Kredit Perbankan 2025 Tumbuh Hingga 11,06%, Ini Faktor Pendorong dan Penghambatnya

Jumat, 28 Maret 2025 | 06:17:56 WIB
Perbanas Prediksi Kredit Perbankan 2025 Tumbuh Hingga 11,06%, Ini Faktor Pendorong dan Penghambatnya

JAKARTA - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia sepanjang tahun 2025 akan mencapai 11,06% secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka ini mencerminkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi, meskipun masih terdapat sejumlah tantangan yang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan kredit.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata pertumbuhan kredit sepanjang 2024 mencapai 10,4% YoY. Sementara itu, pada Januari 2025, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 10,3% YoY, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 11,8% YoY.

Dalam keterangan resminya, Perbanas menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan kredit perbankan pada 2025 diperkirakan berada dalam kisaran 10,6%±1,0% YoY. "Sumber optimisme berangkat dari ambisi target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, yang diharapkan dapat mendorong laju ekonomi lebih cepat," demikian kutipan dari laporan Perbanas.
 

Faktor Pendorong Pertumbuhan Kredit
 

Beberapa faktor yang dapat mendorong pertumbuhan kredit pada 2025 antara lain:

Target Pertumbuhan Ekonomi Ambisius Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, yang jika tercapai dapat memberikan dampak positif terhadap ekspansi kredit perbankan.

Momentum Ramadan dan Idulfitri Perbanas menilai bahwa momentum Ramadan yang berlangsung pada Maret 2025 berpotensi meningkatkan permintaan kredit. "Di mana pertumbuhan kredit tertinggi terjadi pada periode Maret-April sebesar 12%-13%," ujar Perbanas dalam laporannya.

Stabilitas Politik Pasca Pemilu 2024 Pasca kemenangan Prabowo Subianto dalam satu putaran pada Pemilihan Presiden 2024, perekonomian mengalami stabilisasi. Perbanas mencatat bahwa pertumbuhan kredit yang sempat melambat akibat ketidakpastian politik kembali meningkat setelah kepastian hasil pemilu.
 

Faktor yang Dapat Menghambat Pertumbuhan Kredit
 

Di sisi lain, terdapat beberapa faktor yang dapat menekan pertumbuhan kredit sepanjang 2025, di antaranya:

Daya Beli Masyarakat yang Masih Lemah Meskipun ekonomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dapat menghambat laju permintaan kredit, terutama di sektor konsumsi.

Pengetatan Likuiditas Perbankan Perbanas mencatat bahwa saat ini pertumbuhan pinjaman cukup tinggi, namun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami perlambatan. Hal ini dapat memicu ketidakseimbangan dalam likuiditas perbankan dan membatasi kapasitas penyaluran kredit.

Ketidakpastian Global Faktor eksternal seperti perlambatan ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral utama dunia, termasuk The Fed, dapat mempengaruhi suku bunga dan aliran modal ke pasar keuangan domestik.
 

Performa Kredit di Sektor UMKM dan Konsumsi
 

Perbanas juga mencatat bahwa kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan kredit UMKM hanya mencapai 2,1% per Februari 2025, jauh di bawah ekspektasi. Sementara itu, kredit konsumsi mengalami pertumbuhan sebesar 9,4% pada Februari 2025, meskipun terdapat penurunan pada kredit kendaraan.

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya (BI Rate) diperkirakan akan tetap memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas sektor perbankan dan memastikan pertumbuhan kredit yang sehat.

Dengan berbagai dinamika ini, Perbanas tetap optimistis bahwa industri perbankan akan mampu menjaga pertumbuhan kredit di kisaran yang positif. "Kami berharap perbankan tetap dapat menyesuaikan strategi dan memperkuat fundamental bisnisnya guna menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ada," tutup Perbanas dalam laporannya.

Terkini